About Us

Beasiswa IKASMA tercetus menjelang reuni akbar lulusan SMANSA tahun 2004 (mereka yg lulus dr SMANSA tahun ajaran 2003/2004). Pada saat itu panitia beberapa kali menyelenggarakan rapat persiapan reuni. Sampai pada saat dimana mereka kehabisan ide akan diisi apa acara reuni itu selain temu kangen dan makan bersama. Hingga muncul pertanyaan kurang lebih seperti ini: Mayoritas alumni merantau jauh dari Kebumen. Sebagian besar sudah sukses dengan hidup dan karirnya masing-masing. Sementara Kebumen masih begini-begini saja. Di sisi lain, biaya pendidikan di SMANSA tergolong sangat tinggi untuk ukuran Kebumen. Lalu, apakah kita akan kembali ke almamater hanya untuk pamer kesuksesan, tertawa dan mengingat masa lalu yang indah??? Bukankah kita bisa berkontribusi lebih dari sekedar itu??

Lalu tercetuslah ide untuk membuat beasiswa bagi adik-adik kelas di SMANSA. Pada awalnya hanya terbersit untuk satu kali penyerahan saja. Namun, beberapa rekan menyampaikan bahwa kita bisa membuat beasiswa reguler. Kita urunan setiap semester. Nanti kita sebarkan kegiatan ini ke angkatan lain. Hingga akhirnya kita mampu menyelenggarakan beasiswa IKASMA tahap pertama dengan cukup sukses. Inilah awal dari idealisme segelintir alumni di momen reuni Oktober 2010 itu. Sejak itu, rutin setiap semester alumni tahun 2004 menyelenggarakan seleksi dan penyerahan beasiswa melalui kepanitiaan dan kepengurusan ala kadarnya dan jarak jauh.

Dana tahap pertama beasiswa otomatis berasal dari alumni 2004. Begitupun untuk tahap kedua. Tahap ketiga dan beberapa edisi sesudahnya sudah mulai ada donatur baru. Tapi, mereka bukan alumni SMANSA melainkan alumni sekolah lain bahkan dari kota lain yang simpatik dengan gerakan ini. Tahap selanjutnya mulailah alumni 2003, 2002 dan 2000 ikut berpartisipasi melalui perkumpulan alumni yang mereka jalankan. Namun, partisipasi inipun tidak berlangsung lama walaupun sesungguhnya kontribusi angkatan senior ini sangat signifikan dalam mendongkrak besaran beasiswa yang diberikan. Hal ini sangat penting mengingat pendaftar beasiswa IKASMA membludak sejak edisi ketiga walaupun persyaratan dan tahapan yang harus dilalui cukup sulit untuk level SMA. Namun, itulah semangat para alumni saat itu. Mereka yang mendapatkan beasiswa ini adalah siswa/siswi yang kurang beruntung secara ekonomi tetapi memiliki semangat belajar yang tinggi dan berhasil secara akademik. Sangat selektif.

Tentu saja pengelolaan ala kadarnya ini menyebabkan LPJ tahap-tahap awal kegiatan sangat minim. Hanya berupa foto kegiatan, copy sertifikat dan bukti bayar SPP yang dibayarkan dengan dana beasiswa. Website dikelola ala kadarnya dan hostingnya pun dibiayai oleh si designer dari kantongnya sendiri. Beasiswa IKASMA ini benar-benar sebuah implementasi sederhana dari sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin tidak bisa dijawab oleh sebagian besar alumni. Yang tidak sederhana adalah manfaat yang diterima dari jutaan rupiah SPP yang dibayarkan kepada para penerima beasiswa serta semangat yang ditularkan kepada mereka. Sebagian besar beswan saat ini adalah mahasiswa/ mahasiswi universitas terkemuka di Indonesia. Bangga, kami bangga dengan gerakan tanpa pamrih ini. Tanpa embel-embel politik, almamater kuliah, agama, suku, latar belakang pekerjaan apalagi profit. Bahkan tawaran dari kepala sekolah untuk publikasi di media cetak dan audiensi dengan DPRD pun sempat kami tolak walau akhirnya “atas nama” menghormati tawaran kepala sekolah tawaran tersebut kami terima tentunya dengan mengeluarkan biaya tambahan dari relawan alumni yang mau menyumbang hanya untuk acara seremonial tersebut, bukan dari anggaran beasiswa.

Kini, penyelenggara seleksi dan penyerahan beasiswa IKASMA adalah mereka yang dahulu menerima beasiswa ini, mereka yang dahulu berjanji akan meneruskan kegiatan mulia ini. Mereka yang bukan kacang yang lupa dengan kulitnya. Dan insyaAllah akan hadir lagi penerus mereka yang akan membuat pengelolaan beasiswa ini lebih baik. Kami berharap, angkatan lain berkenan untuk mendonasikan rupiah, ide serta sarannya kepada kami. Kita bangun Indonesia melalui langkah-langkah kecil ini. Bukan ide muluk yang tanpa implementasi. Kita berhutang budi kepada almamater kita, Kebumen kita. Dimanapun kita berada kelak, we are together, forever and ever.